Tak bisa dipungkiri, kebutuhan kita terhadap teknologi makin besar. Hal ini karena bagaimana sejak dahulu teknologi memudahkan hidup kita.
Terobosan baru di ilmu pengetahuan pun membuat teknologi makin pesat lajunya. Saat ini teknologi bahkan tak pernah kehabisan ide untuk terus maju.
Dalam hal ini, ilmuwan banyak sekali mengambil inspirasi dari apa yang sudah alam berikan. Salah satunya adalah berbagai mekanisme hewan dalam menjalani kehidupannya.
Berikut adalah deretan hewan yang jadi insprasi teknologi canggih. Melangsir berikut ulasannya dari listverse. AGEN POKER
Burung
Namun burung memiliki versi sendiri dari teknologi pintar ini. Bulu burung dibagi secara luas menjadi bulu primer dan bulu sekunder, yang beberapa di antaranya sangat penting untuk terbang.
Lumba-Lumba
kapal selam dan berbagai peralatan untuk melaut, biasanya dilengkapi sonar untuk navigasi, menghindari rintangan di laut,ataupun melacak target bawah air. Sonar sendiri bekerja dengan memancarkan suara pada frekuensi tertentu, dan menyebarkan gelombang tersebut ke sekelilingnya.
Paus dan lumba-lumba bahkan bisa membedakan benda-benda yang sangat kecil dari jarak sejauh 15 meter dengan kemampuan sonar mereka.
Jika gelombang sonar tersebut memantul ke sebuah benda padat dan kembali ke perangkat pemancarnya, perangkat tersebut bisa mengumpulkan informasi tentang bentuk, ukuran , dan jarak benda.
Bintang Laut
Kloning adalah fenomena ilmu pengetahuan yang cukup kontroversial dan sulit. Domba dolly adalah salah satu yang paling terkenal dalam teknologi ini. AGEN DOMINO
Namun di makhluk hidup lain seperti bintang laut, Kloning tak memerlukan teknologi.
Bintang laut telah melakukan reproduksi aseksual tanpa ada kesulitan apapun. Tak hanya itu, bintang laut adalah binatang yang juga bisa reproduksi secara seksual, namun yang reproduksi secara seksual mampu hidup lebih lama.
Lebah
Terinspirasi dari alam, tepatnya si penghasil madu yakni lebah, para ilmuwan berhasil mengembangkan sebuah drone yang ukurannya sangat kecil, atau lebih tepat disebut microdrone.
Drone tawon ini, dikembangkan oleh kelompok ilmuwan Stanford University di Amerika Serikat (AS) dan cole Polytechnique Fdrale de Lausanner di Swiss.
Saat menciptakan drone tawon, para ilmuwan meneliti kalau tawon sungguhan bisa menyeret mangsanya sambil terbang. Karenna itu, cara tawon memburu mangsa dengan menyeretnya diimplementasikan ke dalam sebuah algoritma, yang dikembangkan ke drone.
0 komentar:
Posting Komentar