CAHAYA POKER AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

Jumat, 23 Agustus 2019

Heboh Predator Anak di Mojokerto Segera Dihukum Kebiri Kimia, Efektifkah?

Heboh Predator Anak di Mojokerto Segera Dihukum Kebiri Kimia, Efektifkah?

Muhammad Aris (21tahun), pelaku pemerkosaan terhadap 9 anak di bawah umur di Mojokerto akan segera menjalani hukuman kebiri. Muhammad Aris di jatuhi hukuman penjara 12 tahun dan kebiri oleh Pengadilan Negeri setempat pada 2 Mei 2019 lalu. AGEN POKER ONLINE

Predator seks anak-anak ini akan menjalani hukuman kebiri dengan cara diberikan suntikan kimia (suntikan kimia di kelamin). Itu akan membuatnya tidak mampu lagi ereksi seumur hidup.

Perlu diketahui, pengebirian kimia ini berbeda dengan pengebirian bedah. Kebiri kimia tidak menghilangkan organ vital maupun bentuk sterilisasi hanya saja memberikan suntikan di alat vitalnya.

Proses kebiri kimia ini menggunakan suntikan obat-obat antiandrogen guna mengurangi libido dan aktvitas seksual maupun mengobati kanker prostat.

Heboh Predator Anak di Mojokerto Segera Dihukum Kebiri Kimia, Efektifkah?

Pada dasarnya, pengeribian kimia ini memiliki keunggulan dibandingkan pengebirian bedah.
Pertama, kebiri kimia memungkinkan pelaku kejahatan seksual melakukan aktivitas seksual normal dalam konteks psikoterapi. Meskipun, kebiri kimia ini berpotensi seumur hidup bagi pelaku.

Kedua, pengebirian kimia ini merupakan pembatasan yang lebih realistis daripada pengebirian bedah. Ketiga, efek obat anti-libido kebiri kimia bersifat reversibel setelah penghentian, tidak seperti kebiri bedah.

Jika dipandang dari sisi efektivitasnya, peneliti Korea, dilansir dari Medical Daily, memang menemukan bahwa kebiri kimia mampu mengurangi frekuensi dan intensitas pikiran seksual.

Selain itu, pengebirian kimia juga mengurangi frekuensi dan intensitas dorongan seksual, frekuensi masturbasi, sekaligus fantasi seksual. AGEN DOMINO QQ

Namun, kebiri kimia ini tetap saja berisiko menimbulkan sejumlah efek samping pada kesehatan. Efek dari kebiri kimia juga akan hilang atau tidak efektif lagi setelah diberhentikan.

Sedangkan menurut Barbara K. Schwartz, direktur Program Perawatan Pelanggar Seks di Washington, hukuman kebiri tidak sepenuhnya efektif. Pasalnya, penyebab seseorang melakukan tindak kejahatan seksual bukan terletak di testisnya, melainkan pikiran atau otaknya.

Pelaku yang sudah dikebiri masih tetap saja bisa melakukan kejahatan seksual dengan cara lain bahkan lebih kejam. Seperti menyerang korban menggunakan benda tumpul, seperti sapu, botol atau lainnya. Bahkan, mungkin saja pelaku bisa membunuh korban-korbannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Banner

Popular Posts

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

CAHAYA : Hantu Korban Tertabrak Kereta Api

Malam ini gw akan cerita pengalaman waktu kecil, terjadi pada pertengahan tahun 90an, waktu itu gw masih kelas empat SD. Walaupun peristiwan...

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © CAHAYA BERITA 88 | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com