Pasangan suami istri di negara bagian Chhattisgarh, India, menamakan anak kembarnya Corona dan Covid. Bayi kembar laki-laki dan perempuan ini lahir saat lockdown seluruh India untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19). AGEN POKER ONLINE
Melahirkan setelah melalui beberapa kesulitan dan oleh karena itu, suami saya dan saya ingin hari itu tak mudah terlupakan," kata ibu bayi kembar, Preeti Verma kepada kantor berita Press Trust of India, dilansir dari The Independent, Minggu (5/4).
Pasangan ini mengatakan, nama itu akan mengingatkan mereka tentang kesulitan yang mereka lalui selama lockdown dan lancarnya persalinan di sebuah rumah sakit umum pekan lalu.
Lockdown di India membuat penghentian layanan kereta api dan transportasi udara dan membuat 1,3 miliar penduduk India diam di rumah. Pemerintah hanya mengizinkan warganya kelua rumah untuk ke pasar dan apotek.
Kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di India sebanyak 2.909, termasuk 68 kasus kematian.
Angka kasus di India terbilang kecil jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, Italia, dan China. Namun pakar kesehatan mengatakan, bisa terjadi lonjakan besar kasus di India dalam beberapa pekan ke depan yang dapat membanjiri rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. India memberlakukan lockdown nasional selama 21 hari sejak 24 Maret. AGEN BANDAR Q
Setidaknya Semua Kesengsaraan Ini Akan Berakhir
Di Rabu sore ketika di jam sibuk New Delhi, Ramchandran Ravidas, 42 tahun, sedang mengayuh becaknya mengelilingi jalanan sambil merasa bosan, lapar, dan pikiran tak ada uang di sakunya.
Di hari yang baik, jika dia punya banyak tenaga dia bisa mendapatkan 450 rupee atau sekitar Rp100.000, kata dia. Ravidas menyewa sebuah garasi tempat dia tinggal dan juga becaknya. Dia khawatir periuk nasinya akan lenyap karena tidak ada lagi orang mau naik becaknya lantaran kondisi kota dikarantina.
Kalau tidak punya rumah, bagaimana bisa kerja dari rumah?" kata Ravidas dengan wajah muram. Rumah saya ya pekerjaan saya. Hari ini buat pertama kalinya saya harus menerima makanan dari sumbangan."
Menurut dia, saat ini pilihannya adalah mati karena virus atau kelaparan. AGEN DOMINO QQ
Saya tidak khawatir dengan corona. Kalau corona membuat saya mati, setidaknya kesengsaraan ini akan berakhir," kata Ravidas sambil tertawa getir.
0 komentar:
Posting Komentar