Semua orang di seluruh negara dunia sedang berperang melawan adanya pandemi virus corona.
Hal ini karena virus yang berasal dari Wuhan ini belum terdapat vaksin sehingga pasien terjangkit perlu perawatan dan pengobatan khusus. AGEN POKER ONLINE
Meskipun siapa saja bisa terjangkit virus corona. Namun, ada beberapa orang yang masuk ke dalam kategori rentan terjangkit virus ini, yaitu orang lanjut usia, orang dengan gangguan imunitas, dan orang dengan masalah kelebihan berat badan (obesitas).
Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan mengenai obesitas dengan virus corona. Dilansir dari berbagai sumber.
1. Bisa menjangkiti anak muda dengan obesitas
Mengutip laman Reuters, Profesor Jean-François Delfraissy selaku kepala ahli epidemiologi Prancis, mengatakan bahwa kelebihan berat badan (obesitas) adalah risiko utama bagi orang yang terinfeksi virus corona baru.
Sebanyak 17 juta dari 67 juta warga Prancis secara serius lebih berisiko terjangkit virus corona karena usia, penyakit yang sudah ada sebelumnya seperti obesitas.
Virus ini mengerikan, dapat menyerang orang muda, khususnya anak muda yang kelebihan berat badan. Mereka yang kelebihan berat badan benar-benar perlu berhati-hati," kata Delfraissy kepada radio Franceinfo.
Ia melanjutkan, "Itulah sebabnya kita khawatir tentang teman-teman kita di Amerika, di mana masalah obesitas diketahui dan di mana mereka mungkin memiliki masalah paling besar karena obesitas."
Sekitar 88% dari mereka yang terinfeksi virus corona dikatakan hanya menderita gejala mirip flu yang parah.
Namun, tingkat kematian orang muda yang memasuki rumah sakit karena penyakit pernapasan virus corona parah adalah sekitar 2%, tetapi jumlah tersebut meningkat menjadi 14% khususnya pada orang-orang yang lebih rapuh.
2. Orang dengan obesitas rentan pneumonia
Melansir laman nytimes, beberapa pasien virus corona dengan obesitas mungkin sudah memiliki gangguan fungsi pernapasan yang mendahului infeksi. Obesitas perut ini dapat menyebabkan kompresi diafragma, paru-paru dan kapasitas dada. AGEN DOMINO QQ
Obesitas diketahui menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah dan peningkatan sirkulasi, sitokin proinflamasi, yang mungkin memainkan peran dalam hasil virus corona terburuk.
Orang dengan indeks massa lebih dari dua kali lipat atau yang memiliki obesitas lebih risiko alami pneumonia berat. Hal ini didukung oleh sebuah studi lain dari China, yang mengamati hasil di antara sekelompok 112 pasien virus corona, dilaporkan bahwa dari 17 pasien yang meninggal, 15 diantaranya memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
Di Ochsner Health, sebuah sistem dengan 41 rumah sakit di Louisiana dan Mississippi selatan, Dr. Leo Seoane, wakil presiden senior perusahaan, mengatakan bahwa 60 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dengan virus corona mengalami obesitas dan obesitas tampaknya hampir dua kali lipat risiko mereka memerlukan ventilator.
Ventilator merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan seseorang.
Dengan bantuan ventilator ini pasien yang sulit bernapas akan mendapatkan udara dan bisa bernapas seperti orang normal.
3. Obesitas bisa mengubah fungsi kekebalan tubuh
Menurut laman aljazeera, obesitas didefinisikan sebagai gangguan keseimbangan energi yang menyebabkan penambahan berat badan dan gangguan metabolisme yang menyebabkan stres serta disfungsi jaringan. Hal ini berarti bahwa obesitas tidak hanya kelebihan berat badan, tetapi juga menyebabkan efek buruk pada kesehatan tubuh. AGEN BANDAR QQ
Salah satu daru efek buruk ini, yaitu terjadinya gangguan pada fungsi sistem kekebalan tubuh yang disebut garis limfoid dan neutrofil. Sel tersebut dapat memberi tahu adanya infeksi dari jaringan normal dan perlu dijaga keseimbangannya sehingga sistem kekebalan tubuh tetap baik.
Adanya ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan peradangan kronis pada jaringan normal ini dapat membuat orang dengan obesitas berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi infeksi serta memiliki tingkat penyakit kronis lebih tinggi pada umumnya.
Maka, tidak mengherankan, jika orang yang mengalami obesitas lebih rentan terjangkit virus corona, mereka juga akan menghadapi risiko yang lebih tinggi akan komplikasinya, termasuk kesulitan bernapas dan pneumonia.





0 komentar:
Posting Komentar