Badan Kesehatan Dunia (WHO) lewat akun media sosial resminya menegaskan kabar bahwa virus korona baru COVID-19 bisa menyebar lewat lalat sebagai informasi palsu alias hoaks. "Faktanya COVID-19 tidak menular lewat lalat," tulis WHO pada Minggu (5/4). AGEN POKER ONLINE
WHO dalam penjelasannya menyatakan tidak ada bukti atau informasi yang menunjukkan bahwa virus korona dibawa oleh lalat dan menularkannya kepada manusia. COVID-19, kata WHO, menyebar lewat droplets atau cairan tubuh pasien positif yang keluar jika ia batuk, bersin, dan berbicara.
Informasi soal penyebaran lewat lalat itu dinyatakan hoaks. WHO meminta publik dunia fokus pada menjaga jarak fisik setidaknya satu meter, membersihkan permukaan yang banyak disentuh orang dengan cairan disinfektan, serta mencuci tangan sebersih dan jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung dengan tangan tak bersih.
Rumor Lalat Sebarkan COVID-19 Berawal dari Aktor India
Lantas dari mana munculnya kabar lalat bisa menyebarkan virus COVID-19? Setelah ditelusuri, pangkalnya ada di India, tepatnya dari cuitan aktor legendaris India Amitabh Bachan.
Pada 25 Maret 2020, Amitabh Bachan tengah mengampanyekan gerakan kebersihan sebagai upaya menjaga kesehatan di India, termasuk juga memerangi virus COVID-19.
Dalam cuitan yang sudah dihapus itu, ia mengutip penelitian ilmiah yang dimuat di jurnal The Lancet bahwa virus korona baru ditemukan di feses mereka yang positif COVID-19. Sampai di sini informasinya masih benar. Peneliti dari Institut Penyakit Menular Rumah Sakit Ditan Beijing juga menemukan adanya virus SARS-CoV-2 (istilah medis untuk COVID-19) pada feses pasien positif virus corona. AGEN DOMINO QQ
Namun selanjutnya saat meminta masyarakat negaranya menggunakan toilet ketika buang air besar, Amitabh mengatakan bisa saja lalat hinggap pada kotoran manusia yang tergeletak di tempat terbuka. Lalu virus pada kotoran itu dibawa lalat dan menulari banyak orang.
Sebagai informasi, India memang punya kampanye Swachh Bharat atau India Bersih untuk menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan. Selama bertahun-tahun masyarakat India masih ada enggan memakai kakus yang buang hajat di ladang, semak-semak, hutan, badan air, atau ruang terbuka lainnya. Sehingga India membangun 100 juta kakus dan pada Oktober 2019, India menyatakan diri bebas dari BAB sembarangan. Artikel selengkapnya DI SINI
Tak heran Perdana Menteri India Narendra Modi segera meretweet video penjelasan Amitabh Bachan soal buang air besar dan lalat yang memang sejakan dengan kampanye Swachh Bharat yang dicetuskannya itu.
Sadar kabar menyesatkan itu bisa beredar luas, WHO pun bergerak menyatakan lalat menyebarkan virus COVID-19 itu hoaks. AGEN BANDAR Q
Jadi waspada, jika kamu menerima informasi bahwa lalat menyebarkan virus korona maka kamu sudah tahu asal muasal informasi yang salah ini dan jangan ragu menyatakan kabar itu hoaks!





0 komentar:
Posting Komentar