Tidak bisa di pungkiri tugas utama seorang pria dewasa adalah bekerja, bekerja, dan bekerja. Harga diri seorang pria adalah pekerjaanya.
Bagaimana seorang pria mendapatkan uang? Bagaimana seorang pria membahagiakan orang tua, anak istri, dan saudara-saudaranya? Itulah yang ditanyakan orang-orang. AGEN POKER ONLINE
Kamu pun pasti pernah merasakan pertanyaan-pertanyaan seperti ini
"Sibuk apa sekarang? Kerja dimana?" Pernah kan?
Pertayaan ini sepele, tapi percayalah seseorang tengah melihat bagaimana dirimu berkembang, dan seberapa sukses kamu.
Perlu di ketahui, ketika seorang pria menentukan pekerjaanya ada beberapa faktor yang mempengaruhi lho.
Memiliki paras cantik dan tampan tentunya menjadi idaman banyak orang. Namun, belum lama ini sebuah studi mengungkap bahwa menjadi pria tampan tidak selamanya mudah.
Hasil studi yang dilakukan London Business School membuktikan kalau semakin tampan seorang pria, semakin besar risiko kariernya akan terancam.
Dilansir dari Men's Health, London Business School berkolaborasi dengan peneliti dari University of Maryland mengumpulkan eksperimen dari empat kantor berbeda di Amerika Serikat dan Inggris.
Riset tersebut menunjukkan bahwa wajah tampan dianggap sebagai 'ancaman' bagi atasan pria. Oleh karenanya, itu akan berisiko mengurangi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang cukup sulit. Ada banyak saingan yang merebut posisi tertentu yang jumlahnya terbatas.
Proses melamar pekerjaan pun menjadi jalan yang panjang dan terkadang melelahkan.
Maka sangat wajar jika seseorang putus asa karena sering ditolak perusahaan dan gagal mendapatkan pekerjaan. AGEN DOMINO QQ
Jadi saat seorang pria akan memperkerjakan pria lainnya, keputusan mereka akan bergantung pada seberapa menariknya kandidat tersebut dan jenis pekerjaannya.
Disimpulkan, pria yang menarik kemungkinan besar akan ditolak untuk peran yang membutuhkan bakat individual, misalnya sales atau investment banking.
Mereka justru kemungkinan besar akan bekerja di posisi yang harus memperlihatkan performa tim.
"Dengan banyak perusahaan yang melibatkan karyawan dalam proses rekrutmen, poin penting ini harus diperhatikan," ujar Prof Sun Young Lee selaku ketua peneliti dari University of Maryland.
"Kesadaran bahwa perekrutan dipengaruhi oleh hubungan kerja potensial dan kecenderungan stereotip dapat membantu organisasi meningkatkan proses seleksi mereka," kata dia lagi.
Bagaimana menurutmu? Ada yang merasa sulit dapat kerja karena termasuk golongan pria tampan?
0 komentar:
Posting Komentar