Selama ini kelelahan akibat berolahraga bisa menyebabkan sejumlah dampak pada tubuh. Banyak orang yang menggarisbawahi dampak yang muncul dari olahraga berlebih ini terhadap fisik tubuh.
Walau selama ini dampak olahraga berlebih yang terjadi selalu hanya dihubungkan dengan fisik saja, namun ternyata ada dampak yang lebih dari itu. Diketahui bahwa kelelahan ini bisa berdampak pada otak seseorang. AGEN DOMINO QQ
Dilansir dari The Health Site, peneliti menemukan bahwa pada sejumlah atlet, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menimbulkan sejumlah dampak. Hal ini juga disebut berdampak pada kelelahan tubuh secara keseluruhan dan menurunnya performa.
Secara langsung, olahraga fisik secara intensif ini bisa merusak kapasistas otak dan sebagian kontrol otak. Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Current Biology.
Mathias Pessiglione dan timnya dari Inserm Research Institute, Prancis mengungkap alasan mereka untuk melakukan penelitian ini. Mereka mengaku tertarik mengidentifikasi fenomena umum yang dialami sejumlah atlet top dan dikenal sebagai “overtraining syndrome” ini.
Sindrom yang terjadi pada atlet ini dikenali dengan menurunnya performa atletik dan kelelahan yang intens. Atlet yang mengalami sindrom ini juga cenderung tertarik menggunakan produk untuk meningkatkan performa mereka.
-Dampak Olahraga Berlebih Sama Dengan Tekanan Mental
Hipotesis utama dari penelitian ini disebut cukup jelas. Kelelahan yang disebabkan karena olahraga berlebih serupa dengan yang muncul dari tekanan mental. AGEN POKER ONLINE
Untuk penelitian ini, tim peneliti melakukan penelitian terhadap 37 atlet yang dibagi dalan 2 grup selama 9 minggu. Kelompok pertama melakukan latihan intensitas tinggi sedangkan kelompok kedua mendapat latihan tambahan selama tiga minggu terakhir penelitian.
Dari penelitian ini, peneliti bisa mengidentifikasi kesamaan antara latihan fisik intensif berlebih dan kerja mental berlebihan. Aktivitas fisik yang berlebih ini berujung pada menurunnya aktivitas lateral prefrontal cortex (bagian penting kontrol kognitif), sama seperti yang diketahui selama bekerja secara mental.
Menurunnya aktivitas otak ini berhubungan dengan pembuatan keputusan secara impulsif sehingga bisa menimbulkan dampak baik jangka pendek maupun panjang. Peneliti percaya bahwa kelelahan dan menurunnya kontrol kognitif bisa jadi tahap pertama munculnya sindrom burnout yang mempengaruhi banyak orang.





0 komentar:
Posting Komentar