AGEN DOMINO QQ | Ada saja akal bulus Y (28) dan GG (29), sebagai muncikari. Dua pemuda ini dikenal penyuplai perawan desa kepada para hidung belang. Harga ditawarkan sungguh fantastis, mencapai Rp20 juta tiap perempuan. Padahal para konsumen mereka sedang tertipu. Gadis binaan dua muncikari itu merupakan perawan palsu.
Sebanyak 25 perempuan mereka rekrut untuk menjadi PSK. Mereka rata-rata berstatus pelajar SMA bahkan sampai janda. Paras para perempuan mereka perdagangkan memang bertampang manis. Wajar saja, mereka ini kalau di kampung merupakan kembang desa.
Bagi para hidung belang pencari sensasi perawan, tawaran ini tentu menggiurkan. Kedua muncikari tersebut paham, pelanggan mereka incar wajib berkantong tebal. Sehingga tidak lagi memikirkan soal fulus, yang penting bisa mencicipi gadis perawan dan rencana berjalan mulus.
Cara culas Y dan GG untuk mengakali keperawanan para PSK, dengan menggunakan kapsul berisi cairan berwarna merah. Kapsul itu kemudian dimasukkan ke dalam kelamin para perempuan.
Ketika para hidung belang ini melakukan hubungan intim, mereka bakal melihat ada darah keluar ketika melakukan penetrasi. "Jadi setelah main (berhubungan intim) kelihatan darah," kata Kapolres Bogor AKBP M Joni, Kamis pekan lalu.
Para gadis perawan palsu ini memasukkan kapsul ke dalam kemaluan satu jam sebelum berhubungan. Kapsul perawan palsu itu mudah mereka beli di toko obat.
Semua gadis binaan diiklankan melalui jejaring sosial dan aplikasi pesan singkat. Biasanya mereka menjajakan melalui Line dan Facebook. Area prostitusi mereka di sekitar Bogor, Jawa Barat.
Dalam aplikasi, mereka memasang foto profil perempuan muda cantik untuk memikat pria hidung belang. Ketika calon pelanggan mulai berkomunikasi, kemudian berlanjut transaksi. Bila harga deal, bergegas dua muncikari itu mengantarkan gadis perawan palsu menuju lokasi penginapan.
Dalam menjalankan aksinya, Y dan GG tidak ragu mencari gadis di luar binaan. Semua bisa diatur sesuai keinginan calon pelanggan. Servis dilakukan dua muncikari ini tergolong profesional. Mereka paham apa yang diinginkan para pelanggan demi memuaskan sensasi kenikmatan di atas ranjang.
Para pria hidung belang ini berkomunikasi dengan pelaku, kemudian mengantar perempuan muda itu ke hotel yang sudah dipesan," ungkap Joni.
Dua muncikari ini menjual perawan desa dengan harga Rp20 juta. Duit itu tidak langsung dibayar di awal. Biasanya para pelanggan wajib memberi uang muka sebesar Rp3 juta. Selanjutnya dilunasi setelah hubungan di atas ranjang selesai. AGEN POKER ONLINE
Uang muka itu menjadi pendapatan Y dan GG. Sedangkan duit Rp17 juta merupakan duit para PSK binaan. "Merekrut korban tidak ada yang ditutupi. Sudah saling tahu," ujar Joni.
Setahun terakhir ini Polres Bogor sudah mengungkap lebih dari 15 kasus prostitusi dengan berbagai modus. Faktor ekonomi memang selalu mendominasi latar belakang.
Masalah ini seharusnya menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bogor. Perlu ada sosialisasi tentang bahaya perdagangan gadis dari desa demi mencegah terulang kasus prostitusi.
Apalagi dengan melihat kelihaian Y dan GG dalam menjual perempuan. Dengan modus gadis perawan palsu di Bogor, ternyata nama mereka juga tersohor. Bahkan sampai mampu melayani lintas kota dan provinsi. Paling jauh, mereka mengirim gadis binaan kepada pelanggan di Samarinda.
Beruntung dua penjual gadis ini sudah tertangkap. Mereka berhasil dijebak kepolisian ketika menjalani aksi di hotel kawasan Sentul City. Saat tertangkap, seorang perempuan berinisial KO (20) juga diamankan sebagai korban.
Setelah di dalami, terungkap KO merupakan gadis berasal dari sebuah desa di Kabupaten Bogor. Mereka ditangkap setelah selesai bertransaksi.
0 komentar:
Posting Komentar